"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
Berawal dari pertemuan kita di satu ruang yang sama pada Juni 2024. Kisah awal itu tentu masih malu-malu namun bahagia rasanya sudah mengenal satu sama lain. Hingga suatu saat, kami dipertemukan kembali, bercerita kisah hidup masing-masing, dan mungkin dialah jodohku? Mengapa begitu cepat? Ya, mengapa tidak. Jika Allah sudah berkehendak mengapa harus tetap mengelak.
Dalam 1 tahun, kisah ini sangat lah berliku, banyak halangan dari semua arah. Banyak hal yang untuk sementara mencoba menghentikan perasaan bahagia dan keyakinan dari kami berdua ini hilang, karena mungkin rasanya terlalu cepat. Namun, ini adalah takdir Allah, siapa yang mampu mengubah takdir-Nya? Allah menuntun dan selalu mempertemukan kami untuk menyelesaikan semua hambatan yang ada satu persatu. Pertemuan ini yang ingin kita ubah menjadi pertemuan abadi. Hingga di tgl 26 Oktober 2025, Allah ingin kami menjadi satu raga yang selalu menguatkan dan tanpa ragu menembus segala hambatan..
Keraguan berubah menjadi dukungan, lucunya mereka berkata “bagaikan lem perekat”, julukan yang tentu saja kalian mengerti apa maksudnya. Salah satu tidak ada bahkan akan mereka tanyakan “dimana? biasanya selalu berdua kemana-mana”, ada yang memanggil “mana mama? mana papa? mana ibu peri? mana bapak peri”, tentunya kami ingin ini tuk selamanya, seperti sepasang sepatu yang siap melalui perjalanan berliku.